Teknologi Budidaya Peternakan Belut

By On Rabu, Juli 7th, 2021 Categories : Pendidikan

Teknologi budidaya peternakan belut bagi yang tidak tahu cara untuk membudidayakannya memang akan kesulitan.

Teknologi Budidaya Peternakan Belut

Teknologi Budidaya Peternakan Belut

Belut, hewan yang memiliki bentuk tubuh seperti ular ini kerap kita temui terutama di persawahan.

Belut sering dijadikan bahan konsumsi oleh masyarakat karena memiliki beberapa manfaat seperti, sebagai sumber protein hewani dan menambah darah.

Belut paling suka hidup dan bersembunyi di dalam lumpur, belut pun memiliki 3 jenis yaitu belut rawa, belut sungai dan belut sawah.

Teknologi Budidaya Peternakan Belut

Untuk mengawali teknologi budidaya peternakan belut dapat dimulai dari lokasinya:

  1. Secara klimatologis belut dapat ditempatkan dimana saja baik didataran rendah atau tinggi, ditempat bercurah hujan tinggi atau rendah.
  2. Untuk membudidaya belut memerlukan air berkualitas baik, bersih dan tanah harus terhindar dari bahan kimiawi beracun.
  3. Memiliki suhu 25-31 derajat celcius
  4. Untuk bibit belut yang berukuran 1-2 cm membutuhkan air yang berkondisi lebih baik, banyak mengandung oksigen, dan besih.

Pedoman teknologi budidaya peternakan belut antara lain:

  • Menyediakan 4 jenis kolam
  1. Kolam induk/kolam pemijah
  2. Kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2cm)
  3. Kolam belut remaja (untuk belut berukuran 3-5cm)
  4. Kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi 2 tahap), digunakan untuk memelihara belut berukuran 5-8cm hingga menjadi ukuran 15-20cm dan untuk memelihara belut berukuran 15-20cm hingga menjadi ukuran30-40 cm.
  • Untuk daya tampung setiap kolam
  1. Kolam induk daya tampungnya 6 ekor/m2
  2. Kolam pendederan memiliki daya tampung 500 ekor/m2
  3. Kolam belut remaja memiliki daya tampung 250 ekor/m2
  4. Kolam belut konsumsi tahap 1 memiliki daya tampung 100 ekor/m2
  5. Kolam belut konsumsi tahap 2 memilki daya tamping 50 ekor/m2

Media dasar kolam teknologi budidaya peternakan belut terbuat dari bahan organik seperti jerami padi, pupuk organik dan sekam padi.

Dengan cara lapisan pertama dari kolam menggunakan sekam padi setebal 10 cm, lalu diatasnya diberi pupuk kandang setebal 10 cm, lalu ditimbun menggunakan ikatan-ikatan jerami kering.

Setelah itu dialiri air hingga ketinggian 50 cm (lapisan organik+air), biarkan media tersebut hingga menjadi lumpur sawah, setelah siap baru memasukan belut ke kolam tersebut.

Teknologi Budidaya Peternakan Belut | koollemon | 4.5